Kamis, 16 Juni 2016

Memindahkan website wordpress ke server/hosting lain

Untuk kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara memindahkan wordpress ke server/hosting lai.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan backup. 

Hal yang penting yaitu menyamakan versi PHP dan Database yang digunakan pada server VPS lama. Hendaknya versi PHP dan Database pada server baru mengikuti versi pada VPS lama.

Kemudian sesuaikan konfigurasi Nginx, PHP/PHP-FPM untuk settingan WordPress SEO. Jika sudah ready mari kita mulai gan tutorial selanjutnya.

1. Login SSH

Login ke VPS via SSH menggunakan Software Putty

2. Download File Backup

Menggunakan command wget, download file backup yang ada di server VPS lama, tapi sebelumnya masuk dulu ke direktori root website agan, pada kasus saya dokumen root website saya ada di /var/www/html.
cd /var/www/
wget http://vps-lama.com/backup_website_wordpress.tar

3. Ekstrak File Backup

Selesai di download via wget langkah selanjutnya adalah mengekstrak file-file dan folder yang ada pada arsip file backup tersebut.
tar -xvf backup_website_wordpress.tar

4. Import MySQL Database

Buat sebuah Nama Database dan User Database dengan User Password yang identik dengan konfigurasi WordPress pada server lama. Untuk mengetahuinya bisa melihat wp-config.php dengan cara
cat /var/www/html/wp-config.php
Jika Database telah dibuat selanjutnya import sql dengan command line berikut ini.
mysql -u root -p -e "source /var/www/html/file_backup_2015.sql" NamaDatabaseAgan
Masukkan password MySQL jika diminta kemudian Enter.
Selesai.

  • Setelah itu memindahkannya ke hosting lain:

inti dari pemindahan wordpress adalah:
memindahkan file dan database yang ada diserver/hosting yang lama ke server/hosting yang baru
bagaimana cara memindahkannya tergantung akses yang kita miliki, apakah bisa transfer file melalui ssh/scp/ftp antar server/hosting tersebut atau harus download ke pc local (pc kita sendiri) kemudian baru upload ke server/hosting yg baru, tapi cara terakhir ini biasanya lebih lama kalau file yang kita pindah ukurannya besar dan koneksi internet kita lambat.
berikut ini contoh utk memindahkan wordpress, misalkan anda memiliki data sbb:
  • memiliki akses untuk SSH
  • folder web anda : public_html
  • username ssh anda : username
  • alamat server tujuan : ip.host.tujuan
  • username sql anda : usersql
  • password sql anda : passsql
  • nama database anda : dbsql
  • port ssh : 22
data data tersebut sama diantara hosting lama dan baru (termasuk telah membuat database dengan username, pass, dan nama database yang sama di hosting yang baru)
di server lama, setelah login ke akun ssh anda tempat folder public_html :
kompresi folder public_html/ menjadi file fileweb.tar.gz
tar czf fileweb.tar.gz public_html/
export database sql anda menjadi file filedb.sql
mysqldump -u usernamesql -pPasssql dbsql > filedb.sql
transfer file fileweb.tar.gz ke hosting baru
scp fileweb.tar.gz username@ip.host.tujuan:~/
transfer file filedb.sql ke hosting baru
scp filedb.sql username@ip.host.tujuan:~/
sampe disini anda telah berhasil memindahkan file dan database ke server/hosting yang baru
di server/hosting baru extract file anda dan masukan data databasenya:
extract file filewebanda.tar.gz menjadi folder public_html/
tar zxf filewebanda.tar.gz
inject database di filedb.sql ke dalam database sql
mysql -u usernamesql -pPasssql dbsql < filedb.sql
file telah di extract, database sdh dimasukan, skrg tinggal periksa/edit file config wordpress kita untuk menyesuaikan username, password, database, klo antara hosting yg lama dengan yg baru login sqlnya sama maka tidak perlu dirubah, silahkan di cek hasilnya dgn buka browser dan memasukan alamat utk buka web kita di hosting yang baru,

Cara Instalasi Wordpress pada Linux

Langkah instalasi :

1. Pertama-tama yang harus diinnstall adalah apache2, mysql-server, phpmyadmin, dan       unzip.   
    Apache2 berfungsi sebagai web server, Mysql-server berfungsi untuk menyimpan database sql, Phpmyadmin berfungsi untuk mengadministrasi database mysql, dan Unzip berfungsi untuk mengekstrak file .zip. 

2. Mempersiapkan Database 
Sebelum memulai instalasi Wordpress, terlebih dahulu kamu mempersiapkan nama database baru yang akan digunakan. Berikut langkah-langkahnya: 
  1. Dari menu utama sPANEL, pilih menu Database --> MySQL
  2. Dari menu utama cPANEL, pilih menu Database --> Databases
  3. Buat Database yang anda inginkan, isikan Nama Database, Username Database beserta Password.
 
Isikan informasi database sesuai dengan database yang kita buat sebelumnya. Pastikan nama user database, nama database serta password database sudah benar. Untuk kolom Database Host biarkan terisi localhost dan untuk kolom Table Prefix boleh mengikuti yang ada atau bisa kamu ubah sesuai keinginan. 
 
Bila informasi sudah diisi dengan benar, klik tombol Submit. Masih di direktori www (atau public_html untuk cPanel), buat file baru Beri nama wp-config.php dan silahkan paste isi dari skrip konfigurasi yang anda terima dari wordpress tadi dlalu simpan. Kembali ke web browser installasi Wordpress. Klik tombol Run the install. Selanjutnya kamu akan diarahkan ke page installasi. Isikan informasi untuk website kamu. Silahkan disesuaikan dengan keinginan kamu. Bila semua kolom telah terisi, klik tombol Install Wordpress


Bila proses installasi berhasil akan ada informasi Success pada page selanjutnya dan kamu akan diinformasikan username dan password wordpress Anda 

Minggu, 03 Januari 2016

TUGAS SHELL SCRIPT (KONVERSI SUHU)

Pertama buka terminal = > ketik vi konversisuhu.sh

Ketik isi vi sebagai berikut :



 KETERANGAN
1. Variabel "ulangi" merupakan variabel yang digunakan sebagi perulangan
2. While merupakan perulangan atau looping. Pada tanda kurung [ ] harus memakai spasi.
3. echo untuk menampilkan tulisan
4. read untuk menampung variabel
5. $nama/ $pil/ $psl = memanggil kembali isi dari variabel
6. psl = 'celcius' , ' kelvin', 'fahrenheit' , 'reamur' merupakan string
7. if then = merupakan sebuah kondisi

Berikut Operator-operator pada linux :



NEXT







8. Let digunakan untuk menyimpan atau menampung suatu perhitungan. Kemudian save dan exit


BERIKUT HASIL PROGRAM YANG SUDAH DIBUAT



sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat
    









Selasa, 29 Desember 2015

BACKUP DAN RESTORE PADA LINUX

Tidak ada satupun sistem komputer yang sempurna di dunia ini. Oleh karena itu melakukan backup merupakan suatu keharusan .Akan tetapi hal ini seringkali di abaikan oleh sebagian besar administrator sistem. begitupula dengan Restore kita juga harus tau bagaimana cara merestore file yang sudah kita backup terlebih dahulu.
Baikla saya akan langsung saja memberikan tutorial bagaimana cara membackup file dan merestore nya. anda bisa menggunakan manajemen paket TAR atau pun CPIO.
tutorial untuk membackup  dan merestore semua file sekaligus dengan TAR
1.     untuk backup ,jangan lupa untuk login terlebih dahulu sebagai administrator.
[tar cvf /home/namauser/namafolder(tempat file backup disimpan) /home/namauser/Desktop]
Berarti semua data yang ada di desktop akan di backup dan disimpan difolder yang sudah dibuat tadi, contoh


2. nah untuk melihat apakah file sudah disimpan / sudah terbackup atau      belum gunakan perintah :
[tar tvf /home/username/namafolder] , maka akan muncul seperti ini :


3. nah untuk merestore kita gunakan perintah
[TAR xvf /home/username/namafolder] contoh :


nah kalau tadi sudah dijelaskan perintah-perintah membackup semua file sekaligus , kali ini akan dijelaskan bagaimana cara membackup satu file saja di suatu tempat dengan menggunakan TAR.
1.     siapkan file yang akan dibackup , disini saya menyiapkan satu buah hasil screenshot yang saya simpan di desktop,lalu untuk membackup file tersebut gunakan perintah.
[TAR cvf backupfile screenshot.png] dan [TAR xvf backupfile]


2. untuk merestore suatu file ,kita menggunakan perintah
[TAR xvf backupfile screenshot.png] ,lalu otomatis file yang sudah hilang tp sudah terbackup tadi akan muncul kembali.
Kemudian kalau tadi kita menggunakan perintah TAR sekarang kita akan mencoba membackup dan merestore file dengan menggunakan CPIO
1.     membackup
[find /home/username/desktop/ -print| cpio -o> namafile]


2. melihat file sudah terbackup atau belum
[cpio -it <namafile]

3. untuk merestore
[cpio -i <namafile] maka file yang sudah hilang tetapi sudah dibackup tadi akan kembali lagi kemudian di centos 6 kita juga bisa menjadwalkan komputer untuk membackup otomatis juga mereboot.  saya akan memberikan tutorial nya.
1.    login sebagai super user dan masuk ke vi script.sh  


2.     kemudian isi shell script tersebut dengan perintah wall atau write
wall adalah perintah mengirim pesan ke banyak orang sedangkan write hanya untuk private messenger saja.


3. lalu save dan keluar dari text editor vi nya dan tambahkan hak akses dari pesan yg kita buat tadi


4. lalu masuk ke crontab -e untuk mengatur penjadwalan


5. lalu akan muncul tampilan seperti ini , disini saya mengatur saat jam 14:00 menit ke 46 file akan terbackup dengan sendirinya.


keterangan :
akan muncul 5 bintang * * * * *
1.     bintang pertama menunjukkan menit (0-59)
2.     bintang kedua menunjukkan jam (0-23)
3.     bintang ketiga menunjukkan tanggal (1-31)
4.     bintang keempat menunjukkan bulan (1-12)
5.     bintang yang terakhir menunjukkan hari (0-7 / 1-7)
6.  terakhir keluar dari crontab -e lalu login sebagai adminstrator dan atur   seperti screenshot dibawah ini…
      


INIT DAN RUN LEVEL

Ada beberapa cara untuk melakukan booting terhadap sistem, yang sering sekali digunakan adalah dengan membooting sistem menggunakan harddisk dan menggunakan floppy drive. RedHat dan distribusi Linux lainnya menggunakan proses boot yang yang disebut dengan init sysV yang merupakan sistem booting yang digunakan oleh BSD. Init adalah program dari kernel yang dieksekusi pada waktu startup, dan kemudian memiliki nomor PID 1. Proses boot ini kemudian menjadi proses induk (parent process) bagi semua proses yang berada dalam sistem.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh sistem pada waktu booting adalah :
  1. Kernel menjalankan program init yang berada pada direktori /sbin
  2. init menjalankan script shell /etc/rc.d/rc.sysinit.
  3. rc.sysinit menjalankan sistem lainnya dan menampilkan proses startup.
  4. Init menjalankan script yang sesuai dengan default run level.
  5. Init menjalankan script pada /etc/rc.d/rc.local.

Program ini kemudian menjalankan banyak proses dan menuliskan informasi ke konsol dan sistem log pada /var/log/message tentang status dari setiap proses yang dijalankan.init menjalankan semua proses yang dibutuhkan oleh sistem operasi untuk melaksanakan tugasnya, seperti networking, menggunakan mouse, fungsi dari I/O dan sebagainya. init juga harus mengetahui program mana yang harus dijalankan dengan membaca file-file yang berada pada /etc/rc.d. Setiap file yang berada pada direktori ini dikelompokkan berdasarkan run level, pada tiap-tiap direktori.
Run level terdiri dari berbagai tipe layanan, dari single user mode (run level 1) sampai multiuser, multitasking (run level 3). Tabel berikut memperlihatkan run level yang tersedia pada Linux.

Tabel 1 Run Level pada Linux
Run Level Penjelasan
0 Halt
1 Single user mode
2 Multi user, tidak ada NFS
3 Full multiuser mode
4 Unused (tidak digunakan)
5 X11
6 reboot

Run Level 0 : /etc/rc.d/rc0.d
Seperti yang anda lihat pada tabel diatas, run level 0 akan menjalankan sekumpulan script yang digunakan untuk shutdown. Script pada run level ini akan menjalankan proses seperti berikut :
  1. Mematikan semua proses yang sedang berjalan
  2. Mematikan file virtual memory yang di swap
  3. Melakukan proses unmounting swap dan filesistem yang di mount.

Berikut ini adalah file-file yang digunakan ketika proses mematikan komputer berjalan.

K00linuxconf -> ../init.d/linuxconf*
K05keytable -> ../init.d/keytable*
K10xfs -> ../init.d/xfs*
K11drakfont -> ../init.d/drakfont*
K15numlock -> ../init.d/numlock*
K20kheader -> ../init.d/kheader*
K30usb -> ../init.d/usb*
K44rawdevices -> ../init.d/rawdevices*
K60atd -> ../init.d/atd*
K60crond -> ../init.d/crond*
K65identd -> ../init.d/identd*
K75netfs -> ../init.d/netfs*
K80random -> ../init.d/random*
K92anacron -> ../init.d/anacron*
K95harddrake -> ../init.d/harddrake*
K95kudzu -> ../init.d/kudzu*
K97sound -> ../init.d/sound*
K99syslog -> ../init.d/syslog*
S00killall -> ../init.d/killall*
S01halt -> ../init.d/halt*

Run Level 1: /etc/rc.d/rc1.d
Run Level 1 merupakan single user mode, atau merupakan mode untuk melakukan administrasi, run level ini digunakan seorang sistem administrator untuk melakukan perawatan software.
Untuk masuk kedalam mode ini pada waktu boot ketikkan perintah seperti berikut ini :

boot : linux single

dengan demikian anda akan langsung masuk kedalam runlevel 1 dengan melewati berbagai argumen yang ada pada kernel.

Run Level 2: /etc/rc.d/rc2.d
Runlevel 2 merupakan multiuser mode. Pada runlevel ini fungsi untuk networking bisa dijalankan kecuali untuk network file system (NFS). Pilihan ini berguna jika anda hanya menjalankan komputer PC anda untuk stand alone.

Run Level 3: /etc/rc.d/rc3.d
Runlevel 3 merupakan default runlvel yang ada pada file /etc/inittab. Untuk distribusi keluaran akhir seperti redhat 7.0 menggunakan runlevel 5 sebagai defaultnya.

Run Level 4: /etc/rc.d/rc4.d
Runlevel 4 digunakan sebagai runlevel yang bisa anda seting kembali untuk menjalankan runlevel anda sendiri. Dengan demikian anda bisa membuat runlevel dengan meletakkan file-file yang ingin anda gunakan atau tidak anda gunakan dengan cara membuat file-file yang memiliki simbolik link ke direktori atau file lain yang telah anda pilih.

Run Level 5: /etc/rc.d/rc5.d
Runlevel 5 digunakan untuk menjalankan aplikasi pada X window. Pada runlevel ini banyak servis networking yang juga diaktifkan.


Run Level 6: /etc/rc.d/rc1.d
Runlevel 6 digunakan untuk reboot sistem. Isi dari direktori pada level ini merupakan link yang sama dengan runlevel 0, akan tetapi pada script yang yang digunakan untuk mematikan sistem diganti dengan script yang digunakan untuk mereboot komputer.

Berikut ini adalah perintah-perintah yang terdapat pada init, yaitu:
  • Pertama-tama Anda harus berada pada posisi root : $ su - , lalu masukkan password root Anda
  • Untuk melihat isi file : # /etc/iniitab
  • Untuk melihat script Run Level : # ls /etc/rc.d/rc0.d (0 pada perintah ini merupakan tingkatan Run Level yang dapat diganti yaitu antara 0-6)
  • Untuk mengganti Run Level : # init [Run Level]
  • Untuk membuat pesan kepada seluruh user yang login : # wall
  • Untuk membuat pesan kepada user yang diinginkan : # write [User]